6 Mitos Soal Tubuh Manusia yang Selama Ini Salah Kaprah dan Kamu Main Percaya Saja

Di zaman serba cepat ini, pertukaran informasi bisa terjadi secara langsung sebab orang dituntut untuk tidak jarang kali update dengan informasi terkini. Media sosial ialah salah satu wadah guna bertukar informasi, dan seluruh orang yang aktif di internet tentu mempunyai media sosial, baik guna sekadar eksis atau memang mengekor arus informasi. Kalau dahulu pertukaran informasi berjalan paling lambat sebab keterbatasan sumber data.

Selamat datang di era informasi. Mau tidak inginkan kita telah memasukinya. Informasi ialah suatu urusan yang bermanfaat, namun tidak seluruh informasi ialah hal yang benar, bahkan ada sejumlah informasi yang malah menyesatkan dan mengakibatkan kerugian. Tubuh anda pun tidak luput dari informasi yang salah tersebut. Karena lamanya anda menerima informasi dan tidak sedikit orang yang pun mempercayainya, Menurut Daftar Sbobet kita biasanya memandang mitos-mitos mengenai tubuh insan sebagai sebuah “kebenaran.” Apa saja mitos mengenai tubuh insan yang sekitar ini anda salah kaprah?

6 Mitos Soal Tubuh Manusia yang Selama Ini Salah Kaprah dan Kamu Main Percaya Saja
6 Mitos Soal Tubuh Manusia yang Selama Ini Salah Kaprah dan Kamu Main Percaya Saja

1. Rambut Bercabang Dapat Disembuhkan dengan Sampo

Banyak perempuan gemar mencatok atau mengecat rambutnya. Jika tidak disertai dengan perawatan yang cukup, masalah sangat ditakuti perempuan akan hadir yaitu rambut bercabang. Masalah ini muncul saat lapisan sangat luar pelindung rambut bobrok sehingga mengemukakan inti rambut yang rentan terhadap kerusakan. Mitosnya dengan memakai sampo, rambut berbelah kamu bakal kembali normal laksana semula.

Faktanya pemakaian sampo atau obat rambut tidak bisa menyembuhkan rambut yang telah berbelah karena situasi rambut ini telah dalam taraf tidak dapat disembuhkan lagi. Cara yang bisa dilakukan ialah memotong unsur rambut yang bercabang. Sebagai tahapan pencegahan guna ke depannya, pakai perawatan yang lumayan saat berkeinginan melakukan riasan rambut dan sisir rambut dalam suasana basah supaya lebih gampang diatur.

2. Wortel Menyembuhkan Pengelihatan

Pengelihatan ialah salah satu indra sangat paling urgen yang anda miliki. Tetapi, seiring bertambahnya umur dan sekian banyak faktor lainnya, mata anda tidak seperti dulu lagi dan merasakan penurunan kualitas pengelihatan. Alhasil, kita memerlukan kacamata atau lensa kontak guna dapat menyaksikan dengan baik. Mitos yang beredar ialah dengan memakan wortel anda akan mempunyai pengelihatan yang baik laksana sedia kala.

Faktanya makanan kesayangan Bugs Bunny ini tidak dapat mengembalikan situasi mata kita laksana sediakala. Wortel kaya bakal karotena yang adalahsubstansi urgen untuk diolah menjadi vitamin A oleh tubuh. Vitamin A paling berperan urgen untuk kesehatan mata dan dapat menangkal penurunan kualitas pengelihatan lebih lanjut. Kekurangan vitamin A yang signifikan dapat mengakibatkan kebutaan. Beberapa teknik untuk menanggulangi pengelihatan yang sudah berkurang ialah dengan memakai kacamata atau lensa kontak, atau melewati operasi lasik.

3. Main Game Online Menyebabkan Anak Melakukan Kekerasan

Game online telah tidak sedikit beredar dan dapat gampang dimainkan oleh seluruh kalangan, tergolong anak-anak. Wacana pemblokiran game online oleh KPAI juga sempat menjadi pembicaraan yang ramai, dan tidak sedikit developer game yang sempat panik. Lalu, apakah main game online dengan tema kekerasan, laksana game menembak ingin membentuk jati diri anak untuk mengerjakan tindak kekerasan?

Faktanya tidak terdapat korelasi yang jelas antara memainkan game online dengan tema kekerasan terhadap jati diri anak. Banyak hal yang mengakibatkan anak untuk mengerjakan tindakan kekerasan, misalnya orang tua yang tidak jarang bertengkar, pergaulan yang salah, ataupun dari acara televisi. Kekerasan yang dilaksanakan oleh anak seringkali karena sekian banyak informasi yang salah sudah menjadi satu sehingga ingin menjadikannya sebagai sesuatu yang “benar” guna dilakukan.

Memainkan video game dengan tema kekerasan memang “cenderung” untuk menambah agresivitas anak, namun andai hal tersebut dilaksanakan tanpa pemahaman yang baik. Peran orang tua dan orang selama sangat urgen dalam pertumbuhan anak sampai-sampai anak dapat memahami mana yang baik dan salah.

4. Gula Menyebabkan Anak Hiperaktif

Gula ialah salah satu sumber energi guna tubuh. Banyak orang berbicara bahwa tidak mempedulikan anak mengonsumsi gula berlebihan bisa menyebabkannya hiperaktif. Benarkah demikian?

Faktanya sejumlah studi telah dilaksanakan dan hasilnya tidak terdapat hubungan antara konsumsi gula berlebihan dengan perilaku hiperaktif anak. Gula memang bisa menjadi cadangan energi tubuh namun tidak memprovokasi pola tersebut. Tentu konsumsi gula dalam batas wajar tidak jarang kali dianjurkan supaya tidak mengakibatkan masalah kesehatan, laksana obesitas dan sakit gigi.

5. Permen Karet yang Tertelan bakal Tinggal dalam Lambung guna Waktu yang Lama

Beberapa dari kita menyenangi permen karet, bahkan terdapat yang hingga tidak dapat lepas dari mengunyah permen yang satu ini. Sewaktu kecil, kita barangkali pernah memakan permen karet. Ya, namanya pun masih kecil, kesialan juga terjadi yakni menelan permen karet! Orang dewasa juga terkadang pun pernah mengalaminya karena hal ketidaksengajaan. Mitosnya menelan permen karet bakal membuatnya bermukim di dalam lambung guna waktu yang lumayan lama?

Faktanya permen karet tidak dapat dipahami tubuh sebab memang diperuntukkan guna dikunyah saja. Namun, sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh tubuh bakal tetap masuk ke dalam drainase pembuangan, begitu pun dengan permen karet. Jadi, bila kamu ketika ini tidak sengaja menelan permen karet, tidak butuh terlalu cemas ya.

6. Manusia Ada yang Lebih Dominan Otak Kiri atau Kanan

Otak manusia ialah organ yang menata segala kegiatan yang anda lakukan. Bayangkan jutaan saraf tanpa hentinya bekerja masing-masing hari. Mitosnya terdapat orang yang lebih berpengaruh menggunakan benak kiri sebab sering beranggapan logis dan terdapat orang yang lebih berpengaruh menggunakan benak kanan sebab lebih kreatif.

Faktanya benak kita memang mempunyai bagian-bagian tertentu, tetapi tetap bekerja sepenuhnya ketika kita mengerjakan aktivitas. Saat kita beranggapan logis ataupun sedang mengerjakan hal kreatif, semuanya memerlukan sinergi yang baik antara bagian-bagian otak.

Itulah 6 mitos yang seringkali menciptakan kita salah kaprah. Semoga berfungsi !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *